Berita

Arif Budimanta: 14 Tahun Reformasi Ekonomi Indonesia Condong Bela Asing

Senin, 21 Mei 2012 17:25
Arif Budimanta

Budimanta.com - Jakarta, Seruu.com - Direktur Megawati Institute, Arif Budimanta, mengatakan sistem perekonomian Indonesia tidak anti-asing, namun harus lebih mengutamakan kepentingan nasional. Hal tersebut ia sampaikan untuk mengomentari perekonomian Indonesia pasca-empat belas tahun Reformasi yang diperingati setiap tanggal 21 Mei, saat ditemui di kantor Megawati Institute, Jakarta, Senin (21/5/2012).
"Kita lihat pada kasus bank-bank asing yang sekarang tumbuh subur di Indonesia, apakah mereka sudah memberikan kontribusi pada pembangunan nasional secara nyata? Dalam pembangunan infrastruktur, misalnya," kata Arif.

Ia menilai kebijakan ekonomi yang dijalankan pemerintah saat ini lebih condong pada kepentingan asing ketimbang mengedepankan pengusaha nasional, terutama di skala kecil-menengah.

"Pemerintah lebih serius mengurusi yang besar-besar saja, padahal pengusaha kecil-menengah ini juga punya andil dalam perekonomian nasional," katanya.

Arif juga berpendapat bahwa ada kesalahpahaman implementasi atas larangan ekspor bahan tambang mentah tanpa pengolahan terlebih dulu di dalam negeri berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No. 7 Tahun 2012. "Saya menanggapi hal ini atas sikap PDIP yang mempertanyakan kebijakan tersebut yang pada intinya kami setuju, dengan catatan ada persiapan terlebih dahulu dari hulu ke hilir," katanya.

Menurut dia, proses hilirisasi terhadap bahan tambang yakni dengan mengolahnya di dalam negeri sebelum diekspor sangat diperlukan untuk menambah nilai harga jualnya. [ms]

TANGGAPAN

Belum ada tanggapan sampai saat ini.

Silahkan melakukan login terlebih dahulu sebelum Anda bisa memberikan tanggapan. Jika belum menjadi anggota, silahkan untuk mendaftarkan diri Anda terlebih dahulu. GRATIS!