Berita

Kualitas Pertumbuhan EKonomi Masih Perlu Perhatian

Senin, 06 Februari 2012 11:47

Budimanta.com - JAKARTA – Kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia masih perlu mendapat perhatian karena ada indikasi hanya dipacu oleh peningkatan produksi atau pendapatan segelintir orang saja.

“Sepanjang 2011, kontribusi pertumbuhan masih didominasi oleh sektor non tradable seperti komunikasi, sehingga yang kebanyakan lebih dinikmati oleh para pemilik modal/kapital termasuk pemilik modal asing,” kata Anggota Komisi XI DPR, Arif Budimanta di Jakarta, Senin.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi yang hanya didominasi oleh sekelompok orang saja tidak menyelesaikan masalah ketimpangan yang ada saat ini. Bahkan kondisi itu dapat memperburuk ketimpangan pendapatan di Indonesia.

Kontribusi sektor pertanian dalam menopang pertumbuhan ekonomi juga relatif kecil padahal kontribusi sektor pertanian terhadap penyerapan lapangan kerja sangat besar. Hal tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kesejahteraan pekerja di sektor pertanian semakin tertinggal.

Rendahnya kontribusi sektor pertanian terhadap PDB mengakibatkan orang miskin akan lebih banyak di desa daripada di kota. Data BPS terakhir menunjukkan pada periode Maret-September 2011, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun 0,09 juta sedangkan di daerah pedesaan hanya turun 0,04 juta orang.

“Pertumbuhan ekonomi tidak bisa dijadikan satu-satunya tolak ukur kemajuan dari sebuah negara karena pertumbuhan bisa dipacu hanya oleh peningkatan produksi/pendapatan segelintir orang saja,” tegas anggota DPR dari Fraksi PDIP itu.

Tentang ketimpangan, lanjut Arif, data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tahun 2012 menunjukkan bahwa 0,13 persen nasabah menguasai 51 persen dari total deposito di perbankan yg berjumlah lebih kurang Rp1.700 triliun.

Menurut Arif, kualitas pertumbuhan ekonomi juga harus menjadi hal yang tidak terpisahkan dalam menilai kemajuan ekonomi Indonesia. “Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,5 persen harus disyukuri tetapi tidak boleh membuat Indonesia terlena,” katanya.

Badan Pusat Statisitik (BPS) mengumumkan perekonomian Indonesia tumbuh 6,5 persen pada 2011. “Secara triwulan, produk domestik bruto (PDB) pada triwulan IV dibandingkan triwulan III turun 1,3 persen, namun dibandingkan tahun lalu year on year tumbuh sebesar 6,5 persen,” kata Pelaksana Tugas Kepala BPS, Suryamin.

Ia menyebutkan, PDB Indonesia 2011 atas dasar harga berlaku mencapai Rp7.427,1 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan (tahun 2000) Rp2.463,2 triliun.

Menurut dia, pertumbuhan positif terjadi pada semua sektor perekonomian, kecuali sektor pertambangan dan penggalian. “Pertumbuhan terjadi di semua sektor ekonomi, kecuali pertambangan,” ujarnya seperti dikutip Antara.

Sektor yang tumbuh tinggi dibandingkan situasi pada 2010 adalah sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 10,7 persen, sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 9,2 persen serta sektor keuangan, real estate dan jasa keuangan sebesar 6,8 persen. Sedangkan pertumbuhan terendah terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian sebesar 1,4 persen. “Sementara itu, PDB tanpa minyak dan gas 2011 tumbuh 6,9 persen,” katanya. (tk

http://www.investor.co.id/macroeconomics/kualitas-pertumbuhan-ekonomi-masih-perlu-perhatian/29423)

TANGGAPAN

Belum ada tanggapan sampai saat ini.

Silahkan melakukan login terlebih dahulu sebelum Anda bisa memberikan tanggapan. Jika belum menjadi anggota, silahkan untuk mendaftarkan diri Anda terlebih dahulu. GRATIS!