Kegiatan

Ngariung Bareng Alumni dan Lawalata IPB

Jumat, 12 September 2008 17:13
Arif Ngariung.jpg

Budimanta.com - Setelah melakukan sosialisasi dan ramah tamah di Kabupaten Cianjur, Bapak Dr. Arif Budimanta melakukan kegiatan serupa untuk wilayah Kota Bogor. Acara tersebut berbarengan dengan acara berbuka puasa bersama dengan masyarakat Kota Bogor. Kegiatan ini berlokasi di kafe Telapak, Bogor di gedung Himpunan Alumni-Institut Pertanian Bogor (HA-IPB). Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 12 September 2008 memang diprioritaskan untuk kolega, teman kuliah, teman organisasi, dan teman satu kost-an dulu.

Kegiatan ini dihadiri oleh keluarga besar civitas akademika IPB baik yang masih aktif sebagai mahasiswa maupun yang sudah alumni. Hal ini dilakukan mengingat beliau adalah alumni IPB dari Fakultas Pertanian, Jurusan Ilmu Tanah dan anggota perkumpulan mahasiswa pecinta alam (Mapala) Lawalata IPB. Hadir dalam pertemuan ini mulai dari IPB angkatan tahun 1964-hingga angkatan tahun 2007.

Acara pertemuan dengan sebagaian masyarakat Bogor ini tidak hanya terbatas pada agenda kegiatan sosialisasi dan ramah tamah saja, tetapi sebagai ajang ngeriung bareng, temu kangen, dan reuni bersama. Dalam pertemuan ini kegembiraan pun tumpah ruah, tawa-kelakar para undangan, mengingat romantisme sewaktu menjadi mahasiswa Tak urung cerita-cerita pun mengalir terus sepanjang pertemuan tersebut.

Meskipun demikian kegiatan ini tidak kehilangan substansi utama dari pelaksanaan kegiatan ini. Dalam kegiatan ini Bapak Dr. Arif Budimanta mensosialisasikan sekaligus meminta dukungan dan doa restu kepada semua tamu undangan untuk rencana pencalonannya sebagai Anggota DPR RI 2009-2014 Dapil Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur. Dalam sesi dialog yang dipandu sahabat karibnya (teman jalan-naik gunung), Rudi Novira, Bapak Arif menyampaikan bahwa “sudah saatnya orang muda memimpin dan bergerak untuk melakukan perubahan yang lebih baik untuk negeri ini”.

Sebuah prestasi hebat dan membanggakan, anggota pecinta alam akan menjandi calon anggota legislatif, kata Abdon Nababan. Lebih lanjut lagi aktivis, pejuang dan pembela HAM Masyarakat Adat dan Lingkungan Hidup ini menyampaikan bahwa “Sudah barang tentu kesempatan langka ini bisa dijadikan media penyaluran aspirasi dan perjuangan politis untuk lingkungan hidup dan Masyarakat Adat”. Begitu juga dengan komentar Itok, aktivis perempuan untuk lingkungan hidup, juga sudah mulai menerima kenyataan bahwa perjuangan aktivis lingkungan hidup tidak hanya sebatas perjuangan idealis dan ideologi saja tetapi perjuangan politis menjadi ujung tombak keberhasilannya. Sedangkan menurut Dr. Iman Sugema, Sosok Dr. Arif Budimanta, selain dikenal sebagai politikus juga dikenal sebagai akademisi yang agamis.

Dalam pertemuan ini Dr. Arif Budimanta juga menyampaikan uneg-uneg-nya seaindainya terpilih menjadi anggota legislatif akan mendirikan shelter untuk pecinta alam di jalur pendakian Gunung Gede-Pangrango. Uneg-uneg beliau disambut dengan standing oviation oleh peserta undangan.

Begitu dinamisnya pada pertemuan ini juga sudah dihiasi dengan kritikan tajam kepada beliau mengingat banyak diantaranya para politisi melupakan janji politis maupun orang-orang yang sebelumnya mendukung pencalonannya. “Lupa merupakan penyakit yang kerap menjangkit para politisi negeri ini, kata Imran Amin”, mantan ketua Umum Lawalata IPB dan aktivis lingkungan hidup. Atas kritikan tersebut, Dr. Arif Budimanta menyampaikan ucapakan terima kasih dan meminta untuk saling mengingatkan melalui media apapun. Beliau juga menyatakan kegagalan menjalankan amanah juga merupakan kegagalan bagi orang-orang yang memberikan dukungan padanya jika tidak terbangun kontrol sosial bersama. Merdeka!!!! (FRN)

TANGGAPAN

Belum ada tanggapan sampai saat ini.

Silahkan melakukan login terlebih dahulu sebelum Anda bisa memberikan tanggapan. Jika belum menjadi anggota, silahkan untuk mendaftarkan diri Anda terlebih dahulu. GRATIS!